fungsi dan manfaat sexsologi bagi tubuh

fungsi dan manfaat sexsologi bagi tubuh

 

apa yang anda ketahui tentang seks?

seks tak hanya melampiaskan hasyrat,napsu,atau hanya menambah keturunan,

di lain sisi seks juga bermanfaat bagi tubuh kita.

beberapa manfaat dari bersenggama,yaitu

1.Menyembuhkan sakit kepala dan mengurangi sakit fisik.

saat bersenggama,hormon oksitosin yang dilepaskan oleh tubuh bisa mengurangi rasa sakit.

studi yang diterbitkan Bulletin of Experimental Biology and Medicine menunjukkan para relawan yang menghirup uap oksitosin hanya merasakan setengah dari rasa sakit saat jari mereka ditusuk jarum.

2.Mengurangi stres,dan menurunkan tekanan darah

Penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya berhubungan intim,selain hormon sirkulasi darah yang lancar membuat stres berkurang

dari penelitian Joseph J. Pinzone, CEO dan direktur medis Amai Wellness mengatakan bahwa hubungan seksual membantu menurunkan tekanan darah sistolik.

Disisi lain bercinta juga memiliki manfaat,meredam stress dan kecemasaan.rangsangan dari sentuhan dan pelukan dapat melepaskan hormon dalam tubuh hingga anda merasa lebih baik.

ketika Kita merasakan gairah seksual,otak kita akan melepaskan zat kimia yang meningkatkan sistem otak terkait kesenangan dan perasaan dihargai.

3.Melawan pilek dan flu.

Berdasarkan studi oleh Wilkes University, mereka yang berhubungan seks beberapa kali dalam seminggu cenderung memiliki lebih banyak antibodi immunoglobulin A (IgA) dalam air liur.

Antibodi ini dinyatakan perlindungan pertama terhadap pilek dan flu.
Orang yang jarang berhubungan seks (kurang dari satu kali per minggu) memiliki IgA yang lebih sedikit.

4.membakar kalori

Seks meningkatkan peredaran darah dan memompa jantung.Berdasarkan studi tahun 2013 oleh The New England Journal of Medicine, pria berusia 30 tahun membakar 21 kilokalori saat bercinta.
seks merupakan olahraga yang begitu fantastis dari pada kita berlari,/berenang.

5.meminimalis resiko sakit jantung

Pada tahun 2020, New England Research Institute juga melakukan studi masif dengan hasil yang menunjukkan bahwa aktivitas seks rutin bisa membuat tubuh terjauhi dari risiko penyakit jantung.

Banyak studi yang sudah menunjukkan dampak aktivitas sosial dengan panjangnya usia. Secara spesifik, seks bisa mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan lainnya.

6.mengatur kadar hormon.

Profil hormon seseorang yang sehat akan menunjang siklus menstruasi yang rutin dan menjauhkan gejala negatif menstruasi.

7.menghindari kanker prostat

Pada 2003, peneliti dari Australia menerbitkan studi yang menunjukkan semakin besar frekuensi ejakulasi oleh pria berusia 20-50 tahun,

semakin kecil kemungkinan kanker Prostat.

Berdasarkan studi ini, pria berusia sekitar 20 tahun, direkomendasikan ejakulasi sekali dalam sehari.
Studi yang serupa dilakukan setahun setelahnya, oleh National Cancer Institute. Hasilnya, pria yang ejakulasi sebanyak 5 kali seminggu,

akan lebih jarang mengidap kanker prostat.

8.mencegah resiko kanker payudara

bagi wanita yang melakukan hubungan intim akan punya sedikit terserang resiko kanker payudara,
karna sentuhan pasangan yang membuat rangsangan di sekitar payudara dapat melancarkan peredaran darah.

9.dapat menimbulakan rasa percaya diri kita

Efek psikologis dari seks untuk kesehatan adalah rasa puas secara jangka panjang terhadap kesehatan mental seseorang serta memperbaiki kemampuan komunikasi secara jujur dan penuh keintiman.

Mereka yang aktif secara seksual lebih kecil diserang alexithymia, yaitu ketidakmampuan ekspresi dan pemahaman emosi.

 

10.Meningkatkan kendali kantong kemih,dan mencegah preeklampsia

Gerakan pelvis saat berhubungan intim mengaktifkan otot kegel yang mengendalikan kontrol urin. Jadi, semakin banyak berhubungan seks akan baik untuk mengatasi lemahnya otot pelvis saat menua nantinya.

Selain itu, wanita yang terus aktif secara seksual bahkan setelah menopause cenderung jarang mengalami atrofi vagina (penipisan dinding vagina).

Atrofi vagina ini yang menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil.

preeklampsia adalah kondisi tekanan darah yang tinggi semasa kehamilan dan bisa menyebabkan disfungsi organ.

Preeklampsia umum terjadi pada masa kandungan di usia 20 minggu, tapi bisa juga lebih dini atau bahkan setelah melahirkan.

Beberapa studi menunjukkan wanita hamil yang terekspos pada sperma pria, akan lebih aman dari serangan preeklampsia.

Sebuah uji coba oleh biologis Belanda di tahun 2000 juga mengonfirmasi,

bahwa wanita yang melakukan seks oral secara rutin akan memiliki risiko preeklamsia yang lebih rendah.

dalam sebuah kehidupan seks tidak bisa kita hindari,

Dengan cara yang benar dan pengetahuan kita maka seks dapat memberi mental psikologis,dan kesehatan tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *